Rabu, 18 Maret 2009

42 PARTAI PERSATUAN NAHDATUL UMMAH INDONESIA

0 komentar

Ketua Umum Prof. K.H. Syukron Ma’mun
Sekretaris Jendral Dr.KH.Achmad Sjatari

Ideologi Islam



PARTAI Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia didirikan atas dasar kesadaran dan keinsafan bahwa cita-cita perjuangan kemerdekaan Indonesia adalah untuk mewujudkan bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI), sebelumnya bernama Partai Nahdlatul Ummat (PNU), adalah sebuah partai politik di Indonesia. Pada Pemilu 1999, Partai Nahdlatul Ummat mendapatkan nomor urut 25 dan hanya meraih lima kursi DPR dalam Pemilu 1999. Partai ini didirikan oleh sejumlah aktivis inti Ittihadul Mubalighin seperti Idham Chalid, Muhibbudin Waly, A.Mudhor, Usman Abidin, Muhammad Thohir, Achmad Sjatari, dan Syukron Ma’mun. Ketika Pemilu 2004, Partai Nahdlatul Ummat harus mengganti nama dan lambang apabila ingin berpartisipasi kembali, karena tidak memenuhi electoral threshold. Maka Partai Nahdlatul Ummat berganti nama menjadi Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia dan mendapatkan nomor urut 12. Pada Pemilu 2009, PPNUI sebelumnya tidak lulus verifikasi, tetapi dengan adanya gugatan 4 partai gurem pada Pemilu 2004 kepada Mahkamah Konstitusi, akhirnya 4 partai politik gurem ini disahkan juga menjadi Parpol perserta Pemilu, yang mana salah satunya ada PPNUI. Selanjutnya pada Pemilu 2009 PPNUI mendapat nomor urut 42.

VISI dan MISI

Visi
Terwujudnya kehidupan masyarakat Indonesia dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang adil dan makmur, sejahtera, berperadaban, demokratis, berkeadilan, maju, dan mandiri dibawah naungan ridla dan maghfirah
Allah SWT.


Misi
Membangun masyarakat dan bangsa Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, menjunjung tinggi akhlak yang mulia, berkepribadian tinggi, cerdas, maju, mandiri, adil, makmur dan demokratis serta turut menciptakan perdamaian dunia berdasarkan nilai-nilai Islam menurut mabda’ Ahlus Sunnah wal Jama’ah.


Kantor DPP
Alamat : Jl. KH. Abdullah Syafi’i No.5 RT04/06 Kel. Bukit Duri
Kecamatan Tebet Jakarta Selatan
Telp : (021) 70006444

Selasa, 17 Maret 2009

43 PARTAI SARIKAT INDONESIA

0 komentar

Ketua Umum H. Rahardjo Tjakraningrat
Seketaris Jendral Ir. Nazir Muchamad

Ideologi Pancasila



Bermula dari adanya aliansi atau fusi dari 8 (delapan) Partai Politik Peserta Pemilu 1999 yang bersepakat menyatukan langkah dan tujuan, maka pada 2002 berdirilah Partai Sarikat Indonesia (PSI) yang kemudian menjadi Peserta Pemilu 2004 dengan Nomor Kontestan 22. Pada Pemilu 2004, PSI dengan Ketua Umum, Rahardjo Tjakraningrat – Sekretaris Jenderal, Moh. Jumhur Hidayat tidak berhasil mencapai electoral threshold. PSI hanya mengantarkan sejumlah 5 orang Anggota DPRD Provinsi dan 93 orang Anggota DPRD tingkat Kabupaten/Kota. Dalam menghadapi Pemilu 2009, para pengurus dan fungsionaris PSI bertekad untuk melanjutkan perjuangan untuk kembali bertarung dengan mengikuti Pemilihan Umum. Ikhtiar yang dilakukan adalah mengajukan nama baru: Partai Persatuan Sarikat Indonesia (disingkat Partai PSI). Namun, konstatasi politik mengalami perubahan yang cukup spektakular sebagaimana disuarakan dari Gedung DPR yang memberi celah ditundanya pemberlakuan Electoral Threshold. Berdasarkan keputusan PTUN yang mengabulkan gugatan 4 Parpol eks peserta Pemilu 2004 untuk mendapatkan perlakuan yang sama dan adil terhadap seluruh Peserta Pemilu 2004, Partai Sarikat Indonesia dinyatakan sah sebagai Peserta Pemilu 2009. Dari pengambilan/pengundian Nomor Partai Kontestan Pemilu 2009 yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum, PSI mendapatkan No. 43.

VISI dan MISI

Visi
Partai Sarikat Indonesia dengan jiwa religius, kebangsaan, dan kerakyatan sebagai mitra andalan bagi rakyat dalam menegakkan demokrasi Indonesia yang berbudaya dan beradab.


Misi
Menjadi partai yang mampu menjadi teladan dengan menjalankan fungsi sebagai inisiator, fasilitator, inovator dan akselerator untuk menegakkan demokrasi Indonesia yang santun.


Kantor DPP
Alamat : Jl. Kemang Utara No. 6
Jakarta Selatan
Telp : (021) 4199110
Fax : (021) 4199110
E-mail : Email : admin@partaisarikatindonesia.org
http://www.partaisarikatindonesia.org

44 PARTAI BURUH

0 komentar

Ketua Umum Muchtar Pakpahan
Seketaris Jendral Sonny Pudjisasono, SH., MMi


Partai Buruh sudah mengikuti Pemilu 1999 dan Pemilu 2004. Kini juga pada Pemilu 2009 turut berpatisipasi sebagai peserta pemilu. Tapi uniknya Partai Buruh pada saat mengikuti Pemilu tersebut memakai nama yang berbeda. Pada Pemilu 1999, partai ini memakai nama Partai Buruh Nasional, dengan nomor urut 37. Lalu pada Pemilu 2004 partai ini menggunakan nama Partai Buruh Sosial Demokrat (PBSD), dengan nomor urut 2. Lalu pada Pemilu 2009, Partai Buruh sebelumnya tidak lulus verifikasi, tetapi dengan adanya gugatan 4 partai gurem pada Pemilu 2004 kepada Majelis Konstitusi, akhirnya 4 Partai politik gurem ini disahkan juga menjadi Parpol peserta pemilu; salah satunya ada Partai Buruh. Selanjutnya pada Pemilu 2009, Partai Buruh mendapat nomor urut 44.


Visi
Mewujudkan masyarakat sejahtera, adil dan makmur sesuai dengan cita-cita proklamasi dalam negara yang menjamin kesejahteraan rakyat (Welfare state), untuk itu perlu dibangun demokrasi, kepastian hukum, HAM, keadilan sosial dan anti diskriminasi melalui upaya yang diantaranya :

Mengembangkan dan menata sumber daya manusia dan aspek-aspek perburuhan, hingga mampu mewujudkan kehidupan buruh yang lebih baik dan sejahtera.
Mengelola dan mengembangkan politik perburuhan sesuai aspirasi buruh di Indonesia.



Kantor DPP
Alamat : Jl. Tanah Tinggi II No. 44 B
Jakarta Pusat
Telp : (021) 42802561 / 42802620
Fax : (021) 42802576
E-mail : dpp_pb@partaiburuh.org
http://www.partaiburuh.org/



Nah 48 partai sudah saya ulas dengan sederhana. Saatnya Anda cermat dalam menentukan pilihan. Karena nasib Bangsa ini ke depan tergantung dari pilihan Anda.

Selasa, 03 Maret 2009

Sambungan blog kemarin

0 komentar
Pada edisi kemarin Saya hanya sempat menuliskan dua tokoh politik. Berikut sambungan artikel yang Saya muat beberapa hari yang lalu.


3. Rizal Malaranggeng "Generasi Baru Harapan Baru"

           Seorang akademisi yang menyelesaikan gelar doktor ilmu politik di Ohio State University (OSU) dan sempat menjadi dosen selam dua tahun di kampus yang sama. Setelah kepulangannya dari amerika, Dia memulai kariernya di Indonesia sebagai peneliti di CSIS. Karena mencari tantangan yang lebih besar Rizal mendirikan Freedom Institute sebuah lembaga think tank, yang mirip dengan CSIS dan Rizal menjadi Direktur Eksekutifnya. Pada awalnya Rizal mencalonkan menjadi Presiden alternatif melalui jalur pencalonan perseorangan atau independen. Rizal memunculkan iklan yang bertemakan pembaruan dan nasionalisme, akan tetapi pada perkembangannya setelah mengeluarkan sebanyak 4 iklan berbeda (pada awalnya kurang lebih 11 iklan telah disiapkan). Rizal menghentikan manuver politiknya karena menurut survei-survei yang telah dilakukan. Popularitasnya tak kian menanjak, hal ini membuat Rizal mengurungkan niatnya untuk melenggang menuju RI 1. Hal ini berkaitan terlalu dininnya dalam perebutan menuju kursi presiden. Akan tetapi pada pemilu selanjutnya yaitu 2014, Dia kan berjuang untuk meneriakkan semangat perubahan.

4. Prabowo Subianto "Maju Bersama GERINDRA"


           Mantan Danjen Koppasus dan pada era Soeharto menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategi Angkatan Darat (PANGKOSTRAD) masa kerja pada 1998. Masa lalunya yang pernah menjadi anggota dewan penasehat partai Golkar ini beralih untuk menerima pinangan Partai Gerakan Indonesia Raya atau yang lebih familiar dengan Gerindra untuk menjadi ketua dewan penasehat Gerindra. Dan siap dicalonkan menjadi presiden pada pemilihan presiden 2009. Figurnya yang sering kali tampil setidaknya di tiga iklan, yakni di iklan Partai Gerindra, HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia), dan APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia), membuat Prabowo semakin meningkat popularitas dikalangan masyarakat, dan bukan hanya diorganisasi yang Beliau pimpin saja. Berdasarkan survei lembaga Leadership Center terhadap 12 calon presiden yang paling diminati masyarakat, Prabowo menduduki peringkat ketiga setelah Megawati. Hasil survei lembaga Leadership Center tentang calon presiden pada Pemilihan Umum 2009 menyebutkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menduduki posisi teratas, 39 persen. Disusul Megawati Soekarnoputri 26 persen dan Prabowo Subianto 25 persen, survei sendiri dilakukan pada bulan Oktober 2008. Dalam survei Lembaga Survei Indonesia yang baru-baru ini yaitu yang digelar 8-18 Februari 2009 itu lagi-lagi Prabowo menempati urutan ketiga. Berdasarkan data AC Nielsen, Partai Gerindra yang paling besar dan sangat gencar membelanjakan dananya untuk beriklan di TV, sampai akhir 2008. Lembaga pemeringkat acara di televisi itu menyebutkan, per bulan rata-rata pengeluaran iklan Gerindra Rp 9 miliar.


5. Susilo Bambang Yudhoyono "Terus Berjuang Untuk Rakyat"

          Seorang purnawirawan yang terbilang sukses politiknya dalam kancah percaturan politik di Indonesia. Dimana SBY tepilih menjadi presiden pertama Kalla melalui pemilihan umum secara langsung berpasangan dengan Yusuf pereode 2004-2009. SBY merupakan ketua dewan pembina partai demokrat, partai yang mengusungnya menjadi RI 1. Di era kepempimpinannya SBY mendapat banyak cobaan baik berupa bencana alam maupun ekonomi, sebut saja bencana Tsunami yang mengemparkan dunia yang berpusat di aceh dan sekitarnya. Bencana tersebut kurang lebih menelan 200 ribu jiwa di aceh dan ratusan ribu korban lainnya di negara - negara sekitarnya. Belum lagi lumpur lapindo yang hingga kini tak kunjung usai peyelesaiannya hingga sekarang. Dari sektor ekonomi minyak mentah dunia menembus angka $ 140/barel, hal ini membuat kenaikan harga BBM di dalam negeri mengalami kenaikan dan membuat pro kontra dikalangan masyarakat. Hal ini semakin diperparah karena tidak kondusifnya perekonian dunia yang membuat negara - negara maju mengalami resesi ekonomi. Tetapi permasalahan itu dapat diselesaikan secara bijak* oleh pemerintahan SBY-JK (*menurut partainya masing-masing). SBY akan mencalonkan lagi menjadi presiden pada 2009 ini. Dengan bermotokan "Terus Berjuang Untuk Rakyat" SBY dan demokrat giat mengeluarkan iklan-iklan keberhasilan pada era pemerintahannya. Berdasarkan data AC Nielsen, Partai Demokrat yang gencar membelanjakan dananya untuk beriklan di TV, sampai akhir 2008. Lembaga pemeringkat acara di televisi itu menyebutkan, per bulan rata-rata pengeluaran iklan Demokrat Rp 8,5 miliar.



          Nah tak terasa 5 Tokoh politik telah saya gambarkan secara singkat baik dari perjalanan hidup hingga karir politiknya serta mengeluarkan iklan untuk melanggengkan politiknya. Ini hanya sebagian kecil dari dunia percaturan politik di Indonesia. Sebut saja Partai Golkar membelanjakan Rp 5 miliar, Partai Keadilan Sejahtera Rp 2 miliar dan PDIP senilai Rp 1,5 miliar untuk iklan. Setelah membaca artikel ini saya meharapkan Saudara-saudara dapat bersikap dengan bijak dalam menentukan pilihannya ketika pemilu baik pemilihan legislatif maupun presiden. Saatnya kita melakukan PERUBAHAN...