Hasil dari pertemuan tersebut adalah terbentuknya suatu aliansi yang telah disepakati bernama Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Kalimantan (BEM SEKA).
Berikut adalah rekomendasi BEM SEKA:
A. Rekomendasi secara Umum
1. Mendesak terhubungnya jalan trans Kalimantan
2. Mendesak pemerataan pembangunan di Kalimantan oleh pemerintah pusat
3. Revisi undang- undang no 33 tahun 2004 tentang perimbangan keuangan daerah dan pusat
4. Mengelola SDA yg lebih baik demi kepentingan Rakyat Kalimantan
5. Perbaikan pendidikan secara umum di Kalimantan
6. Mendesak dan menuntut pemerintah pusat maupun pemerintah daerah supaya mewujudkan Kalimantan sejahtera dan bermartabat
7. Mengharuskan pemerintah meningkatkan dana bantuan untuk usaha kecil dan menengah yang ada di Kalimantan
8. Menuntut pemerintah memfokuskan pengelolaan tempat-tempat pariwisata di Kalimantan
9. Mendesak perbaikan kesejahteraan pada masyarakat Indonesia yang ada di perbatasan.
B. Rekomendasi Secara Khusus
1. Rekomendasi Khusus Provinsi Kalimantan Selatan
a. Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalimantan Selatan
b. Transparansi APBD yang ada di Provinsi Kalsel dan kab/kota yang ada di Kalsel
c. Partisipasi mahasiswa dalam pembangunan di Kalsel
2. Rekomendasi Khusus Provinsi Kalimantan Tengah
a. Mendesak pemerintah pusat dan daerah agar segera mengesahkan RTRWP provinsi Kalteng demi kelangsungan pembangunan Kalteng
b. Usut tuntas indikasi korupsi dalam hal pemberian izin perkebunan dan pertambangan kalteng
c. Berikan ruang bagi masyarakat adat agar dapat mengelola hutan secara hukum adat melalui perda
d. Tolak program REDD karena masyarakat belum jelas kedudukannya dimana
e. Cabut izin bagi perusahaan yg bergerak di bidang perkebunan dan pertambangan yang tidak mempunyai analisis dampak lingkungan
f. Segera selesaikan konflik pemilukada kabupaten Kotawaringin Barat dengan pemilu ulang dan adanya kesepakatan damai antara kedua calon
g. Mendesak walikota Palangkaraya agar lebih proaktif dalam menata kota agar mendapat piagam adipura lagi
h. Hentikan pemberian izin terhadap perkebunan sawit di Kalteng, karena bukan merupakan komoditi keperluan pangan masyarakat
i. Jangan jadikan masyarakat Kalteng hanya menjadi buruh perusahaan-perusahaan yg ada di Kalteng dengan tidak adanya peningkatan SDM untuk masyarakat
j. Pihak perusahaan perkebunan dan pertambangan di Kalteng harus membangun sarana dan prasarana baik fisik dan non fisik untuk keperluan masyarakat sesuai dengan tanggung jawab CSR
k. Usut tuntas perusahaan yang mencemari danau Sembuluh di Kabupaten Seruyan
l. Usut tuntas tentang indikasi penyelewengan proses pembangunan pelabuhan teluk Segintung di Kabupaten Seruyan
m. Stop pengkriminilisasian oleh pihak kepolisian terhadap masyarakat adat Kalteng yang memperjuangkan tanah leluhurnya
3. Rekomendasi Khusus Provinsi Kalimantan Timur
a. Evaluasi kembali proyek-proyek mercusuar yang ada di Kaltim
b. Moratorium kegiatan pertambangan yang ada di Kaltim
Notulensi Yulia Putri Rahmida









yang lebih besar Rizal mendirikan Freedom Institute sebuah lembaga think tank, yang mirip dengan CSIS dan Rizal menjadi Direktur Eksekutifnya. Pada awalnya Rizal mencalonkan menjadi Presiden alternatif melalui jalur pencalonan perseorangan atau independen. Rizal memunculkan iklan yang bertemakan pembaruan dan nasionalisme, akan tetapi pada perkembangannya setelah mengeluarkan sebanyak 4 iklan berbeda (pada awalnya kurang lebih 11 iklan telah disiapkan). Rizal menghentikan manuver politiknya karena menurut survei-survei yang telah dilakukan. Popularitasnya tak kian menanjak, hal ini membuat Rizal mengurungkan niatnya untuk melenggang menuju RI 1. Hal ini berkaitan terlalu dininnya dalam perebutan menuju kursi presiden. Akan tetapi pada pemilu selanjutnya yaitu 2014, Dia kan berjuang untuk meneriakkan semangat perubahan.
dewan penasehat Gerindra. Dan siap dicalonkan menjadi presiden pada pemilihan presiden 2009. Figurnya yang sering kali tampil setidaknya di tiga iklan, yakni di iklan Partai Gerindra, HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia), dan APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia), membuat Prabowo semakin meningkat popularitas dikalangan masyarakat, dan bukan hanya diorganisasi yang Beliau pimpin saja. Berdasarkan survei lembaga Leadership Center terhadap 12 calon presiden yang paling diminati masyarakat, Prabowo menduduki peringkat ketiga setelah Megawati. Hasil survei lembaga Leadership Center tentang calon presiden pada Pemilihan Umum 2009 menyebutkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menduduki posisi teratas, 39 persen. Disusul Megawati Soekarnoputri 26 persen dan Prabowo Subianto 25 persen, survei sendiri dilakukan pada bulan Oktober 2008. Dalam survei Lembaga Survei Indonesia yang baru-baru ini yaitu yang digelar 8-18 Februari 2009 itu lagi-lagi Prabowo menempati urutan ketiga. Berdasarkan data AC Nielsen, Partai Gerindra yang paling besar dan sangat gencar membelanjakan dananya untuk beriklan di TV, sampai akhir 2008. Lembaga pemeringkat acara di televisi itu menyebutkan, per bulan rata-rata pengeluaran iklan Gerindra Rp 9 miliar.
SBY mendapat banyak cobaan baik berupa bencana alam maupun ekonomi, sebut saja bencana Tsunami yang mengemparkan dunia yang berpusat di aceh dan sekitarnya. Bencana tersebut kurang lebih menelan 200 ribu jiwa di aceh dan ratusan ribu korban lainnya di negara - negara sekitarnya. Belum lagi lumpur lapindo yang hingga kini tak kunjung usai peyelesaiannya hingga sekarang. Dari sektor ekonomi minyak mentah dunia menembus angka $ 140/barel, hal ini membuat kenaikan harga BBM di dalam negeri mengalami kenaikan dan membuat pro kontra dikalangan masyarakat. Hal ini semakin diperparah karena tidak kondusifnya perekonian dunia yang membuat negara - negara maju mengalami resesi ekonomi. Tetapi permasalahan itu dapat diselesaikan secara bijak* oleh pemerintahan SBY-JK (*menurut partainya masing-masing). SBY akan mencalonkan lagi menjadi presiden pada 2009 ini. Dengan bermotokan "Terus Berjuang Untuk Rakyat" SBY dan demokrat giat mengeluarkan iklan-iklan keberhasilan pada era pemerintahannya. Berdasarkan data AC Nielsen, Partai Demokrat yang gencar membelanjakan dananya untuk beriklan di TV, sampai akhir 2008. Lembaga pemeringkat acara di televisi itu menyebutkan, per bulan rata-rata pengeluaran iklan Demokrat Rp 8,5 miliar.

