Tampilkan postingan dengan label POLITIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label POLITIK. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Maret 2011

REKOMENDASI BEM SE-KALIMANTAN

2 komentar
Pada 3 - 6 Maret 2011 diselenggarakan forum BEM Se-Kalimantan oleh BEM Universitas Lambung Mangkurat yang dihadiri oleh para delegasi dari 15 Perguruan Tinggi di di 3 provinsi: Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur, yaitu; STMIK Indonesia Bjm, STKIP PGRI Bjm, STIKES Muhammadiyah Bjm, STIENAS, Univ. Ahmad Yani Bjm, Politeknik Tanah Laut, Univ, Muhammdiyah Palangkaraya, STIEI Banjarmasin, ATPN Banjarbaru, STMIK Banjarbaru, STAI Al Falah, IAIN Antasari, Univ. Palangkaraya, Univ. Mulawarman, dan UNISKA.



Hasil dari pertemuan tersebut adalah terbentuknya suatu aliansi yang telah disepakati bernama Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Kalimantan (BEM SEKA).



Berikut adalah rekomendasi BEM SEKA:



A. Rekomendasi secara Umum

1. Mendesak terhubungnya jalan trans Kalimantan
2. Mendesak pemerataan pembangunan di Kalimantan oleh pemerintah pusat
3. Revisi undang- undang no 33 tahun 2004 tentang perimbangan keuangan daerah dan pusat
4. Mengelola SDA yg lebih baik demi kepentingan Rakyat Kalimantan
5. Perbaikan pendidikan secara umum di Kalimantan
6. Mendesak dan menuntut pemerintah pusat maupun pemerintah daerah supaya mewujudkan Kalimantan sejahtera dan bermartabat
7. Mengharuskan pemerintah meningkatkan dana bantuan untuk usaha kecil dan menengah yang ada di Kalimantan
8. Menuntut pemerintah memfokuskan pengelolaan tempat-tempat pariwisata di Kalimantan
9. Mendesak perbaikan kesejahteraan pada masyarakat Indonesia yang ada di perbatasan.



B. Rekomendasi Secara Khusus

1. Rekomendasi Khusus Provinsi Kalimantan Selatan

a. Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalimantan Selatan

b. Transparansi APBD yang ada di Provinsi Kalsel dan kab/kota yang ada di Kalsel

c. Partisipasi mahasiswa dalam pembangunan di Kalsel

2. Rekomendasi Khusus Provinsi Kalimantan Tengah

a. Mendesak pemerintah pusat dan daerah agar segera mengesahkan RTRWP provinsi Kalteng demi kelangsungan pembangunan Kalteng

b. Usut tuntas indikasi korupsi dalam hal pemberian izin perkebunan dan pertambangan kalteng

c. Berikan ruang bagi masyarakat adat agar dapat mengelola hutan secara hukum adat melalui perda

d. Tolak program REDD karena masyarakat belum jelas kedudukannya dimana

e. Cabut izin bagi perusahaan yg bergerak di bidang perkebunan dan pertambangan yang tidak mempunyai analisis dampak lingkungan

f. Segera selesaikan konflik pemilukada kabupaten Kotawaringin Barat dengan pemilu ulang dan adanya kesepakatan damai antara kedua calon

g. Mendesak walikota Palangkaraya agar lebih proaktif dalam menata kota agar mendapat piagam adipura lagi

h. Hentikan pemberian izin terhadap perkebunan sawit di Kalteng, karena bukan merupakan komoditi keperluan pangan masyarakat

i. Jangan jadikan masyarakat Kalteng hanya menjadi buruh perusahaan-perusahaan yg ada di Kalteng dengan tidak adanya peningkatan SDM untuk masyarakat

j. Pihak perusahaan perkebunan dan pertambangan di Kalteng harus membangun sarana dan prasarana baik fisik dan non fisik untuk keperluan masyarakat sesuai dengan tanggung jawab CSR

k. Usut tuntas perusahaan yang mencemari danau Sembuluh di Kabupaten Seruyan

l. Usut tuntas tentang indikasi penyelewengan proses pembangunan pelabuhan teluk Segintung di Kabupaten Seruyan

m. Stop pengkriminilisasian oleh pihak kepolisian terhadap masyarakat adat Kalteng yang memperjuangkan tanah leluhurnya

3. Rekomendasi Khusus Provinsi Kalimantan Timur

a. Evaluasi kembali proyek-proyek mercusuar yang ada di Kaltim

b. Moratorium kegiatan pertambangan yang ada di Kaltim

Notulensi Yulia Putri Rahmida

Kamis, 18 Maret 2010

Antara Terorisme, Century dan Obama

0 komentar
Baru-baru ini kita digemparkan akan penggereban teroris di Pamulang. Pada peristiwa tersebut Densus 88 berhasil membekuk tokoh sentral teroris Indonesia Dulmatin walaupun dalam keadaan tewas tertembus timah panas. Belum usai penggereban di Pamulang kita di hebohkan lagi dengan aksi Polri dengan densus 88 nya melakukan operasi pemberantasan teroris di Aceh.
Gencarnya Polri melakukan perang terhadap jaringan teroris di Indonesia menimbulkan 3 pertanyaan besar bagi rakyat Indonesia.
Yang pertama mengapa tokoh-tokoh sentral teroris di Indonesia seperti dr. Azhari, Noordin M. Top dan yang baru-baru ini Dulmatin tewas ditembus peluru personel Densus 88. Bukan saja melanggar Hak Asasi Manusia kematian Gembong teroris tersebut akan memutus informasi terkait jaringan dan aksi teror selanjutnya. Terkait akan hal itu Polri berpendapat bahwa Polri sudah mengetahui sehingga tidak perlu data lagi, jika tertangkap pun hanya akan membuang waktu dan energi. Dan karena pertimbangan keamanan bagi personel polisi lebih penting ketimbang dari pada mengupayakan tertangkapnya sang tersangka. Akan tetapi bila kita teliti lebih jeli kesaksian sang tersangka merupakan bukti yang tidak terbantahkan dari pada pengumpulan bukti secara lapangan.
Yang kedua ialah Mengapa hal ini muncul pada saat kasus century lagi panas-panasnya dibahas oleh DPR. Jangan katakan hal ini merupakan upaya pengalihan isu yang dilakukan pemerintah. Kita lihat saja baik media cetak maupun media elektronik saling bahu membahu untuk mendapatkan info perkembangan yang teraktual akan masalah terorisme. Takutnya gencarnya pemberitaan teroris akan menutup isu Century, dan barter poltik dikalangan Anggota DPR akan leluasa karena tak terekpos oleh media yang sibuk-sibuknya memberitakan terorisme di Indonesia.
Yang Ketiga ialah hal ini terkait akan kedatangan Presiden Amerika Serikat Barak Husein Obama ke Indonesia. Menurut Kepala Pusat Kajian Studi Keamanan dan Perdamaian UGM Muhardi Sugiyono mengatakan “Kedatangan Obama ke Indonesia tentunya bagi kalangan teroris adalah momentum yang sangat baik untuk melakukan aksinya, karena akan mendapatkan perhatian sangat luas dari dunia,” ujarnya di Yogyakarta baru-baru ini. Sependapat dengan pendapat beliau hal ini merupakan momen yang tepat untuk melakukan aksi teroris di Indonesia. Apakah upaya yang dilakukan Polri merupakan langkah sebagai sambutan bagi Obama untuk merasa aman berkunjung ke Indonesia ataukah kebetulan belaka. Yang kita kawatirkan selama ini kedatangan sang Presiden negara super power ini bukan hanya kunjungan mengenang masa lalu saja akan tetapi pastinya memiliki agenda-agenda khusus yang kita tidak ketahui.
Ketiga pertanyan besar itu hendaknya kita sikapi dengan bijak dimana terkait akan isu-isu yang lagi panasnya di Indonesia. Kita pastinya sangat berapresiasi akan prestasi pemberantasan teroris di Indonesia kepada POLRI yang telah berjuang semaksimal mungkin melakukan tugasnya. Hal ini juga jangan dianggap sebagai euforia sesaat akan tetapi sebagai pelecut untuk berjuang lebih baik lagi. Dan tentunya sikap kritis kita terhadap bangsa ini jangan sampai berhenti untuk berdetak. Majulah Indonesiaku…

Kamis, 16 April 2009

The First Nyontreng mbikn deg2an

0 komentar
Alhamdullillah tepat pukul 09.14 saya telah melakukan pesta demokrasi terbesar di Indonesia atau yang dikenal dengan Pemilihan Umum 2009.
Saat nomor urut daftar tunggu 67 di dengukan.
Sontak Ku mengambil kertas suara dan berjalan memasuki bilik suara. Aku diberikan 4 surat suara yaitu Kertas DPR RI berwarna merah, kertas DPD RI berwarna kuning, kertas DPRD Provinsi berwarna biru dan Kertas DPRD Kota berwarna hijau.
Saat ku membuka kertas suara alangkah terkejutnya, pasalnya kertas itu berukuran 1 x 1 meter yang didalamnya terdapat 44 partai minus 6 partai lokal Aceh. Dan puluhan Caleg yang serasa minta dicontreng.
Jujur pada saat itu Aku binggung dalam menentukan suara. Karena ketidaktauan profil si caleg baik dari visi misi yang di usung maupun mewakili keterwakilan suara di parlemen. Merujuk dari Fatwa dari MUI yaitu diharamkan untuk Golput. Meskipun semua busuk carilah yang busuknya sedikit. Nah hal itu yang mengilhamiku dalam menentukan suara. Yang paling binggung adalah saat menentukan suara DPD RI yang berjumlah 35 calon. Bukan karena saya tak mengenal para legislator tersebut, tetapi sejak DPD RI masuk pada kursi senayan yaitu pada PEMILU 2004. Tak ada fungsi yang kongkret DPD dalam mewakili keterwakilan Daerah. Hingga banyak pengamat politik DPD hanya sebagai pelengkap senayan dan melaksanakan undang-undang tentang lembaga negara.
Setelah berkutat dalam bilik suara yaitu rata-rata 1 menit untuk membuka suara dan menentukan suara dan di akumulasikan 5 menit lebih setiap penyontrengan.
Bergegaslah saya untuk keluar dan memasukan surat suara menuju kotak suara berurut-urut DPR RI, DPD RI, DPRD 1, DPRD 2.
Nah fase dimana mencelupkan jari kelingking kedalam tinta pemilu sebagai penghujung dari PEMILU.
Akhirnya saya telah melakukan Pesta Demokrasi. Saya berharap PEMILU 2009 berlangsung aman dan tetrib tak ada money politik dan pastinya Baik partai dan Caleg yang terpilih dapat mengemban amanah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Senin, 06 April 2009

SURVEI dari LEMBAGA SURVEI AKADEMISI INDONESIA

1 komentar
Tidak kurang dari 5 hari saya melakukan survei terhadap 100 responden mahasiswa maupun kaum tepelajar atau yang dikenal dengan Akademisi yang ada di Kalimantan dan Jawa.

Walaupun tudak melakukan Random Sampling atau pun tidak ada Margin Erorr akan tetapi survei ini dapat sedikit menggambarkan keinginan konstituen terpelajar dalam mengambil keputusan dalam lingkup Kalimantan dan Jawa.

Semoga apa yang saya lakukan dibantu bersama teman dapat membantu konstituen bijak dalam menentukan pilihannya.

Sebelumnya saya juga tidak lupa berterima kasih Kepada teman-teman yang sudah membantu dalam pengumpulan data responden. Berikut teman yang telah membantu saya.

Dharma (Beye)

anak yang riang yang mengidolakan SBY. Beye telah membantu penyusunan data di fakultas Ekonomi. Thanks Ye.......

Surya (Uya)

Anak yang rada Genius, setingkat dibwah gwa.. gwa kan super genius.. hehehee..........

dia telah membantu penyusunan data di fakultas Keguruan..

di FS kam kdd fto asli nah,, jd seadanya...hehehe........

thanks Cuyyyyy....

Isan (Isan jwa ae kd pke nma samaran.. hehehe........)

anak yang bermentalkan baja.. yaiya lah beliau fakultas teknik tambang.. nyata z makanannya dah besi wan batu........ hehheeeeeeeee.. kiding..

thanks bro..

Aan(Aan Ndutz)

anak yang sedikit feminim.. tidak jarang orang memanggilnya lekong.. termasuk gwa......... heehehe......... kd membantu tapi q kasihan....... 

dan terakhir thanks to Alllllllllllllll............. karena bila tak ada responden survei ini tak akan terselanggara.........

Banzai... 

Partai Yang Di Inginkan Oleh Konstituen Pada Pemilu 2009

0 komentar

*Mayoritas konstituen memilih DEMOKRAT dengan 39% suara. Hal ini menandakan kuatnya partai incumbent dalam pemilu 2009. Tokohnya yang kuat yaitu SBY semakin meroketkan DEMOKRAT melesat pada posisi pertama.
*Diposisi dua mayoritas konstituen memilih PKS sebesar 20% suara. Hal ini didasarkan akan bersihnya PKS dari tindak korupsi dengan mottonya Bersih Peduli dan Profesional.
*Partai pemenang pemilu 2004 GOLKAR menempati posisi 3 dengan 9% suara. Karena partai ini telah mendarah daging mulai dari orde baru hingga saat ini membuat konstituen merasa ada keterkaitan dengan partai ini.
*Partai yang didirikan oleh Bapak reformasi yaitu Amin Rais menempati posisi 4 dengan 5% suara.
*Menyodok pada posisi lima sebuah partai baru yang baru berulang tahun pertama pada Februari lalu yaitu GERINDRA memperoleh 5% suara. Hal ini sangat positif karena mengalahkan parta besar lainnya seperti PKB maupun PPP.
*Sebuah partai berbasiskan kaum Nasrani yaitu PDS mendapatkan 2%.
*Partai Baru yang digawangi Wiranto memperoleh 2% suara. Dan memposisikan Wiranto untuk menjadi Calon Presidennya. Walaupun kalah pada putaran pertama pemilu Presiden 2004.
*Dengan 4% suara terdiri atas partai lama dan baru yang berbasiskan masa Islam seperti PKB, PBB, PBR, dan PMB.
*Golongan Putih atau dikenal dengan GOLPUT mendapatkan 6% suara. Hal ini dikarenakan tak ada partai yang mewakilkan aspirasi dan menganggap parpol sebagai jalan pengeruk uang dan rawan akan korupsi. 
*Swing Votter yang berjumlah 9% suara beranggapan lebih baik memilih pada detik-detik saat pemilu. Karena binggung banyaknya partai yang mengikuti pemilu 2009.

Calon Presiden Yang Di Inginkan Konstituen

0 komentar

*Dari Diagram diatas menunjukan bahwa SBY memperoleh suara yang sangat dominan yaitu 64%. Ini menunjukan pihak incumbent mempunyai pengaruh yang sangat besar, Karena kinerja so far so good dan maseh on the track .
*Prabowo menyodok pada posisi dua pada angka 10%, Hal ini karena iklannya yang gempar baik pada media cetak maupun media elektronik dengan bendera GERINDRA dan HKTI.
*Partai yang memenangkan Pemilu 2004, Golkar. Mewakilkan Jusuf Kalla pada urutan ke-3 dengan 4% suara, Meskipun dari berbagai survey popularitasnya dibawah SBY akan tetapi JK mempunyai mesin politik yang kuat.
*8% menunjukan Berbegai calon Presiden Lainnya, Seperti Wiranto (HANURA), Sultan Hamengkubuwono x, Dedi Mizwar, Rizal Ramli, Hidayat Nur Wahid (PKS), serta aktivis HAM yang telah tiada Alm. Munir.
* Responden yang memilih belum menentukan pilihannya sebesar 14%. Hal ini dikaranakan banyaknya calon-calon presiden yang bermunculan dan belum adanya sosok calon yang bisa memewakili konstituen.

Calon Wakil Presiden Yang di Inginkan Konstituen

0 komentar

*Dari Diagram diatas ketua dewan penasehat PKS Hidayat Nur Wahid memperoleh 36% suara. Dan kebanyakan dari konstituen ingin menyandingkan SBY besama HNW pada Pemilu Presiden 2009. Akhir-akhir ini PKS merapat pada DEMOKRAT yang sebelumnya gagal menjalin Silahturami Politik bersama GOLKAR dan PDI Perjuangan. Hal ini karena banyaknya pentangan dari kader akan koalisi tersebut.
*Ketua organisasi Muhammadyah yaitu Din Syamsudin memperoleh 9% suara. Sama halnya dengan HNW kebanyakan dari konstituen ingin menyandingkan SBY besama HNW pada Pemilu Presiden 2009. Hal ini bisa terwudud Karena figurnya yang cocok dan mempunyai basis Muhammadyah dalam pemenangan SBY.
*Setelah bersedia menjadi Capres GOLKAR dan menurut berbagai survei popularisnya tak kian menanjak, oleh sebab itu banyak dari konstituen ingin agar JK masih melanjutkan pemerintahan bersama SBY dengan 8% suara.
*Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X hanya menempati posisi 4 dengan 7% suara. Hal ini mungkin dikarenakan keinginannya dalam menduduki kursi RI no 1.
*Dalam Calon Lainnya yaitu 10% suara terdapat banyak nama terkenal antara lain Prabowo, Megawati, Marwah Daud Ibrahim, Tifatul Sembiring, Kwik Kian Gie, SBY dan anehnya lain Presiden Obama dipilih menjadi Cawapres.
*Swing Votter pun tak kalah banyak yaitu mencapai 30% suara atau sedikit dibawah dari HNW. Jauhnya masa pemilu Presiden menjadi alasannya. Dan kebanyakan dari konstituen kurang “memperdulikan” Cawapres karena cukup dengan mengenal Capresnya saja.

Apakah Konstituen Masuk/Tau Dalam Daftar DPT

0 komentar

*Mayoritas konstituen memilih YA dengan 70% suara. Menganggap bila sudah mempunyai KTP berhak dan sudah memiliki suara. Dan lainnya sudah berkordinasi baik dengan pihak yang berpeluan maupun RT setempat akan tercatatnya dalam DPT.
*MInimnya sosialisasi dari KPU maupun RT setempat dalam pemberitauan DPT menjadi alasan kebanyakan konstituen dengan 28% suara.
*2% menyatakan tau tidak terdaftar hal ini karena tidak memiliki KTP maupun tidak adanya keinginan untuk memperbarui data baik dari tingkat RT maupun DI KPU.

Apakah Konstituen Mengenal Caleg Pada Pemilu Legislatif

0 komentar

*Konstituen yang mengatakan YA dengan 74% suara dikarenakan ada factor non teknis yaitu dari hubungan kerabat maupun keluarga. Dan tingkat mengenalnya pun hanya berupa foto saja ataupun hanya berupa nama saja. Tak ada yang benar-benar mengenal para legislator dari visi dan misinya.

*Sedangkan konstituen yang memilih tidak dengan 26% suara didasari akan sangat banyaknya Caleg-caleg yang ada. Baik yang mengiklankan dari media cetak maupun media elektronik, yang paling ironis adalah pengiklanan yang berupa baliho atau umbul yang bukan hanya merusak jalan atau merusak tata letak kota akan tetapi membuat pening karena saking banyaknya Caleg yang beriklan sperti itu.

Selasa, 03 Maret 2009

Sambungan blog kemarin

0 komentar
Pada edisi kemarin Saya hanya sempat menuliskan dua tokoh politik. Berikut sambungan artikel yang Saya muat beberapa hari yang lalu.


3. Rizal Malaranggeng "Generasi Baru Harapan Baru"

           Seorang akademisi yang menyelesaikan gelar doktor ilmu politik di Ohio State University (OSU) dan sempat menjadi dosen selam dua tahun di kampus yang sama. Setelah kepulangannya dari amerika, Dia memulai kariernya di Indonesia sebagai peneliti di CSIS. Karena mencari tantangan yang lebih besar Rizal mendirikan Freedom Institute sebuah lembaga think tank, yang mirip dengan CSIS dan Rizal menjadi Direktur Eksekutifnya. Pada awalnya Rizal mencalonkan menjadi Presiden alternatif melalui jalur pencalonan perseorangan atau independen. Rizal memunculkan iklan yang bertemakan pembaruan dan nasionalisme, akan tetapi pada perkembangannya setelah mengeluarkan sebanyak 4 iklan berbeda (pada awalnya kurang lebih 11 iklan telah disiapkan). Rizal menghentikan manuver politiknya karena menurut survei-survei yang telah dilakukan. Popularitasnya tak kian menanjak, hal ini membuat Rizal mengurungkan niatnya untuk melenggang menuju RI 1. Hal ini berkaitan terlalu dininnya dalam perebutan menuju kursi presiden. Akan tetapi pada pemilu selanjutnya yaitu 2014, Dia kan berjuang untuk meneriakkan semangat perubahan.

4. Prabowo Subianto "Maju Bersama GERINDRA"


           Mantan Danjen Koppasus dan pada era Soeharto menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategi Angkatan Darat (PANGKOSTRAD) masa kerja pada 1998. Masa lalunya yang pernah menjadi anggota dewan penasehat partai Golkar ini beralih untuk menerima pinangan Partai Gerakan Indonesia Raya atau yang lebih familiar dengan Gerindra untuk menjadi ketua dewan penasehat Gerindra. Dan siap dicalonkan menjadi presiden pada pemilihan presiden 2009. Figurnya yang sering kali tampil setidaknya di tiga iklan, yakni di iklan Partai Gerindra, HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia), dan APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia), membuat Prabowo semakin meningkat popularitas dikalangan masyarakat, dan bukan hanya diorganisasi yang Beliau pimpin saja. Berdasarkan survei lembaga Leadership Center terhadap 12 calon presiden yang paling diminati masyarakat, Prabowo menduduki peringkat ketiga setelah Megawati. Hasil survei lembaga Leadership Center tentang calon presiden pada Pemilihan Umum 2009 menyebutkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menduduki posisi teratas, 39 persen. Disusul Megawati Soekarnoputri 26 persen dan Prabowo Subianto 25 persen, survei sendiri dilakukan pada bulan Oktober 2008. Dalam survei Lembaga Survei Indonesia yang baru-baru ini yaitu yang digelar 8-18 Februari 2009 itu lagi-lagi Prabowo menempati urutan ketiga. Berdasarkan data AC Nielsen, Partai Gerindra yang paling besar dan sangat gencar membelanjakan dananya untuk beriklan di TV, sampai akhir 2008. Lembaga pemeringkat acara di televisi itu menyebutkan, per bulan rata-rata pengeluaran iklan Gerindra Rp 9 miliar.


5. Susilo Bambang Yudhoyono "Terus Berjuang Untuk Rakyat"

          Seorang purnawirawan yang terbilang sukses politiknya dalam kancah percaturan politik di Indonesia. Dimana SBY tepilih menjadi presiden pertama Kalla melalui pemilihan umum secara langsung berpasangan dengan Yusuf pereode 2004-2009. SBY merupakan ketua dewan pembina partai demokrat, partai yang mengusungnya menjadi RI 1. Di era kepempimpinannya SBY mendapat banyak cobaan baik berupa bencana alam maupun ekonomi, sebut saja bencana Tsunami yang mengemparkan dunia yang berpusat di aceh dan sekitarnya. Bencana tersebut kurang lebih menelan 200 ribu jiwa di aceh dan ratusan ribu korban lainnya di negara - negara sekitarnya. Belum lagi lumpur lapindo yang hingga kini tak kunjung usai peyelesaiannya hingga sekarang. Dari sektor ekonomi minyak mentah dunia menembus angka $ 140/barel, hal ini membuat kenaikan harga BBM di dalam negeri mengalami kenaikan dan membuat pro kontra dikalangan masyarakat. Hal ini semakin diperparah karena tidak kondusifnya perekonian dunia yang membuat negara - negara maju mengalami resesi ekonomi. Tetapi permasalahan itu dapat diselesaikan secara bijak* oleh pemerintahan SBY-JK (*menurut partainya masing-masing). SBY akan mencalonkan lagi menjadi presiden pada 2009 ini. Dengan bermotokan "Terus Berjuang Untuk Rakyat" SBY dan demokrat giat mengeluarkan iklan-iklan keberhasilan pada era pemerintahannya. Berdasarkan data AC Nielsen, Partai Demokrat yang gencar membelanjakan dananya untuk beriklan di TV, sampai akhir 2008. Lembaga pemeringkat acara di televisi itu menyebutkan, per bulan rata-rata pengeluaran iklan Demokrat Rp 8,5 miliar.



          Nah tak terasa 5 Tokoh politik telah saya gambarkan secara singkat baik dari perjalanan hidup hingga karir politiknya serta mengeluarkan iklan untuk melanggengkan politiknya. Ini hanya sebagian kecil dari dunia percaturan politik di Indonesia. Sebut saja Partai Golkar membelanjakan Rp 5 miliar, Partai Keadilan Sejahtera Rp 2 miliar dan PDIP senilai Rp 1,5 miliar untuk iklan. Setelah membaca artikel ini saya meharapkan Saudara-saudara dapat bersikap dengan bijak dalam menentukan pilihannya ketika pemilu baik pemilihan legislatif maupun presiden. Saatnya kita melakukan PERUBAHAN...


Sabtu, 28 Februari 2009

5 Tokoh Politik Dengan Iklanya

0 komentar
Tidak Terasa Kurang Lebih dua bulan lagi kita akan Melaksanakan Pesta demokrasi akbar atau disebut juga dengan Pemilihan Umum. Karena berkenaan itu, Saya akan membuat daftar secara bertahap - tahap yang berisikan tentang 5 tokoh politik bersamaan kendaraan politiknya yang mengeluarkan iklan untuk melanggengkan politiknya.
Berikut 5 Tokoh tersebut, akan tetapi penempatan nomor tak ada hubungannya dengan kapabilitas seseorang :


1. Soetrisno Bachir "Hidup Adalah Perbuatan"

Pengusaha Batik pekalongan ini melenggang menjadi ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) setelah mengantikan Amien Rais serta mengalahkan Fuad Bawazier dalam perebutan Ketum PAN. Pada era kepemimpinanya PAN menyatakan menjadi partai terbuka bukan hanya untuk kalangan Islam Muhammadyah tetapi untuk terbuka untuk umum. Untuk menarik simpati masyarakat PAN Banyak menggandeng kalangan artis - artis untuk bergabung menjadi kader PAN contonnnya saja Wanda Hamidah, Wulan Guritno, Derry Drajat, Eko Patrio dan lain lain. Hal ini membuat anekdot berkembang dikalangan politikus maupun masyarakat yaitu mengatakan PAN (Partai Artis Nasional). Karena namanya yang kurang dikenal kalangan masyarakat, SB (sebutan akrab teman - teman) mengeluarkan dana yang lumayan besar bagi pengusaha batik yaitu sebesar kurang lebih 400 milyar dibelanjakan untuk iklan. Sama dengan lainya iklanya pun bertemakan Pembaruan dan nasionalisme yang merangkul tokoh - tokoh masyarakat untuk dijadikan iklannya. Pada iklannya yang merangkul suster apung, terjadi kontroversi dimana Suster apung tidak ingin dirinya dijadikan obyek politik. setelah hal itu SB tak mengeluarkan iklan lagi.belakangan SB, nyaris tak terdengar, meski sejumlah kecil iklannya masih ada di Koran-koran kecil.


2. Wiranto "Saatnya Hati Nurani Rakyat Berbicara"

Seorang purnawirawan TNI yang dulu sempat bernaung di partai beringin kuning, dan memenangkan konvensi capres golkar, tetapi pada pemilu pilpres 2004 gagal melaju menuju istana merdeka,yang pada waktu itu dimenangkan oleh SBY. Setelah itu Wiranto membangun kekuatan politik baru dengan mendirikan Partai Hati Nurani Rakyat atau lebih dikenal dengan Hanura. Karir politiknya tidak selalu berjalan mulus, masa lalunnya sebagai Panglima TNI. Pada waktu itu tejadi pelanggaran HAM di Timor Timur (eks Provinsi k-27 INdonesia). Hal ini membuat gerah jenderal - jenderal yang ada pada masa itu, Akan tetapi kasus ini tidak dibawa kepengadilan karena meghormati jasa - jasa Beliau. Sebagai Ketua Umum dan capres dari Hanura, Wiranto, Mengeluarkan iklan yang menuai konroversi dikalangan politikus - politikus maupun masyarakat, karena bermuatan black campaign, temanya dinilai sangat menyinggung pemerintahan SBY - JK. Tengok saja, tahun lalu ketika Wiranto muncul dengan iklan angka kemiskinan, yang sangat mengkritisi kubu SBY. Soalnya, Wiranto mengutip data Bank Dunia yang mengeluarkan jumlah angka kemiskinan di Tanah Air, jauh lebih besar dari data BPS versi SBY. Meskipun jarang mengeluarkan iklan, tetapi sesekali Wiranto bersama Hanura mengeluarkan iklannya baik di televisi maupun di media cetak.


Tokoh politik lainnya akan saya tampilkan pada blog berikutnya.